Anak - Anak Juga Bisa Hacking
Jadi hacker bukan hanya dominasi orang - orang dewasa dan remaja. Kini anak - anak pun bisa melakukannya hanya dengan sedikit saja pelajaran dari orang yang lebih mengerti, karena tidak sulit untuk menjadi seorang hacker. Karenanya, bukan hal baru lagi bila sebuah situs penting "gedung putih" misalnya bisa ditembus karena usilnya sang bocah.
Hal itu seperti diungkapkan Peter Tippett - presiden Reston, Va, International Computer Security Association. Katanya, menjadi seorang hacker merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan bagi anak - anak. Tippet juga memperkirakan lebih dari 95% hacker sekarang ini adalah "script kiddies"", sebutan bagi hacker yang menggunakan program yang di download dari Internet dengan bebas. Hanya sekitar 1 - 2% dari para hacker tersebut mengetahhui bagaimana sebenarnya cara kerja program - program tersebut.
Ditambahkannya, dengan sedikit browsing saja, siapapun termasuk anak - anak tadi, akan dapat menemukan banyak situs yang menyediakan program serta perlengkapannya yang bisa digunakan untuk mencari tahu kelemahan - kelemahan yang dimiliki sebuah komputer.
Biasanya software - software itu bisa didownload secara cuma - cuma. Dengan salah satu program kita bisa mencari dan mengetahui komputer mana saja yang bisa disusupi. Gejala itu tentu saja akan menambah jumlah hacker yang sekarang ada di dunia, dan meningkatkan pula jumlah remaja yang menggunakan kiddie script yang digunakan untuk menghack berbagai situs web -mulai dari sistus web pribadi, komersial sampai situs web yang di protect dengan ketat seperti markas Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika Pentagon.
Maka jangan heran kalau di Cina sampai ada seorang anak berusia 13 tahun, yang berasal dari pedalaman Mongolia Regensi, ditangkap setelah berhasil menembus jaringan internet hanya dengan memakai nama ayahnya. Yang hebat lagi dia juga mempunyai sebuah homepage yang diberi nama "Hacker". Namun karena dia tergolong usia di bawah umur maka polisi melepaskannya kembali.
Tentu sebuah perkembangan yang menggembirakan jika anak seusia dia sudah bisa mengenal dunia cyber, tetapi bagaimanapun kalau tanpa ada orang yang lebih mengerti yang mengarahkan kemampuan si bocah itu ke arah yang benar, justru kemampuan si anak tidak akan pernah berkembang menjadi sebuah ilmu yang berguna.
Tetapi patut berbangga hati pula kaum underground yang mempunyai generasi penerus, yang bakalan lebih lihai dalam mengobrak-abrik situs - situs internet dunia.
(bLaCkApRiL 129)