Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Dilema SET (Secure Electronic Transactions)

Untuk Transaksi Online

 

   Para pemain di bidang e-commerce (electronic commerce) masih berharap pada SET (Secure Electronic Transaction) sebagai pemroses kartu kredit untuk transaksi online, adakah protokol ini masih dirasa memiliki beberapa masalah ?  Berikut terobosan MasterCard International Inc. dan Visa International Inc. sebagai raksasa kartu kredit.

   Penerapan SET dirasa tidak saja mahal dan sulit, bahkan beberapa merchant (pedagang) kurang tertarik dengan protokol ini. Sementara itu pihak bank khawatir akan interoperabilitas sistem dan adanya kebutuhan yang berbeda di antara institusi keuangan di negara yang berbeda pula. Semua masalah ini yang menghambat standarisasi SET.

   Hiruk-pikuk dukungan vendor tidak diimbangi oleh animo pemakainya. Sebagian besar bank mengeluh akan implementasi SET saat ini. Lainnya tidak setuju bahwa SET akan menjadi inti dari mekanisme pembayaran kartu kredit secara online pada beberapa tahun mendatang.

   SET yang saat ini tidak memiliki pesaing, dapat menikmati kemewahannya. Akan tetapi semakin lambat penyempurnaan SET, semakin dipertanyakan penggunaannya secara luas. Belum lagi harus berhadapan dengan tantangan paling mendasar yaitu sedikitnya konsumen yang membeli produk melalui Internet secara teratur, khususnya di Eropa dan Asia, dimana e-commerce masih belum sepopuler di AS. Karenanya para pendukung SET kecewa dengan pertumbuhan transaksi online dan animo merchant pada SET.

   Kondisi yang sama dijumpai di Asia, di mana Internet masi berumur muda dan beberapa merchant baru mulai membanguns situs web dan tidak sedikit pula yang menelantarkan. Lalu bagaiman dengan di Jepang ?  "Di Jepang belum banyak perdagangan online", kata Tomio Umezaki (Manajer Divisi Electronic Commerce/Electronic Banking di Bank of Tokyo-Mitsubishi Ltd.).

   Bukan hanya keengganan konsumen berbelanja di Internet yang menghambat bank dan merchant bergegas menerapkan SET. Tetapi juga, penerapan SET tidak mudah - atau murah - seperti yang diharapkan para bank dan merchant.

   Terlebih lagi, protokol ini menawarkan sekuriti tatapi mengorbankan kemudahan. Protokol ini menawarkan banyak lapisan sekuriti tetapi setiap lapisan sekuriti menambah kerumitan.

   Kerumitan SET bukanlah satu - satunya masalah bagi bank dan merchant. Menurut beberapa pengamat, mungkin yang lebih mendasar akan keberhasil SET adalah kemudahan pemakaian bagi konsumen. Selain itu ada pertanyaan serius yang belum terjawab tentang seberapa intuitif bagi pemakai untuk instalasi file - file yang diperlukan agar transaksi berbasis SET dapat dilaksanakan.

   Pemakain harus mendownload atau menginstall dari CD-ROM sebuah dompet (wallet) elektronis yang menambah fungsi pembayaran ke browser Internet. Pemakai juga harus mendaftar ke institusi keuangan atau pihak ketiga yang dipercaya, yang kemudian mengeluarkan sertifikat digital yang mengidentifikasi pemegang kartu ke merchant dan sebaliknya.

   Interoperabilitas merupakan masalah lainnya, menurut para bankir, perusahaan kartu kredit dan vendor. Dengan akan banyaknya versi software SET berbeda di pasaran, masih dipertanyakan akan interoperabilitas di antara pake tersebut. "Tanpa interoperabilitas, suatu protokol akan mati", kata Gerard Lacoste (Manajer Proyek Secure Electronic Marketplace untuk Eropa), yang sedang mengintegrasikan SET ke dalam kerangka protokol sekuriti. Sementara itu IBM dan Verfone (anak perusahaan HP) bekerja bersama, mitra hanya sedikit kemajuan yang dicapai, kata sebuah sumber.

   Beberapa vendor juga belum yakin kapan produk mereka akan mendapat tanda "tunduk" pada SET dari Tenth Mountain System Inc. yang ditunjuk oleh Visa dan MasterCard untuk menguji suatu produk tunduk pada spesifikasi SET.

   Belum usai Visa, MaterCard, dan para vendor software SET dapat mengatasi isu kerumitan, biaya, dan interoperabilitas, protokol enkripsi Secure Sockets Layer (SSL) dari Netscape yang ada sekarang akan menjadi pilihan yang lebih menarik untuk transaksi menggunakan kartu kredit secara online. Walaupun memiliki tingkat sekuriti yang lebih rendah, menurut banyak pengamat penggunaan protokol ini jauh lebih mudah dibandingkan SET.

   Sementara itu, Natwest, seperti bank lainnya, masih berminat pada SET sebagai bagian dari rencana jangka panjang. "SSL memiliki keterbatasan dan tidak seaman SET", kata Bye. "SET menawarkan tingkat keamanan lebih tinggi dan satu - satunya solusi yang mengkombinasikan eenkripsi yang bagus dengan otentikasi semua mitra dagang", tambahnya.

   Menurut analis dan eksekutif industri, pada dasarnya layanan SET akan banyak dipakai dan menjadi bagian dari sistem pembayaran di balik layar sebagian besar bank pada tahun 1999. "Tentu saja, tetapi itu semua perlu waktu", kata Steve Herz (Wakil Presiden di Visa International San Mateo).

 

(bLaCkApRiL 102)