Kode Sandi Kuantum
Sandi Terbaru Anti Hacker Ganas
Tidak ada mata - mata yang tidak akan terlacak. Sebab komputer paling cepat sekalipun, akan mengubah kode berkas kuantumnya.
"Peperangan" yang terjadi antara para hacker dan para pemrogram nampaknya makin sengit. Para pakar pelindung data komputer, selalu berusaha membuat sandi yang sulit dipecahkan. Namu, para hacker juga tak pernah tinggal diam.
Jika saja pada tahun 1997 diperkenalkan sandi 40 Bit, yaitu sandi yang terdiri dari rangkaian angka satu dan nol sebanyak 40 karakter. Dalam waktu hanya lima jam saja, kode rahasia itu berhasil dipecahkan oleh Ian Goldberg, seorang mahasiswa di Universitas Berkeley AS. Sebulan kemudian sandi 48 Bit, juga berhasil dipecahkan oleh Germano Caronni, seorang calon doktor dari sekolah tinggi teknik di Zurich, Swiss. Dan pada bulan Juli tahun 1998, dua orang hacker AS berhasil memecahkan kode 56 Bit dalam waktu hanya tiga hari.
Bahkan awal bulan Mei tahun ini, seorang pakar komputer dari Institut Ilmu Pengetahuan di Israel, Adi Shamir vom Weizmann mengembangkan konsep sebuah komputer super. Dengan komputer super itu, kode sandi 512 Bit-pun dapat dipecahkan. Melihat perkembangan teknologi sandi dan pemecah sandi yang terus bersaing, kini pakar keselamatan dan perlindungan data komputer mengembangkan kode sandi terbaru, yang dikenal dengan kode sandi kuantum.
Kode sandi kuantum ini disebutkan, tidak bisa disadap. Artinya, bila terjadi penyadapan, penerima pesan akan mengetahuinya. Disini digunakan prinsip fisika kuantum. Yakni sebuah pesan yang dikemas dalam sandi kode kuantum, akan berubah jika di tengah jalan disadap atau dibaca. Tidak ada mata - mata yang tidak akan terlacak. Sebab komputer paling cepat sekalipun, akan mengubah kode berkas kuantumnya.
Kode sandi yang berupa angka nol dan satu, kini ditransfer menggunakan Photon. Partikel cahaya sebagai medium pengantar kode data, diubah menggunakan peralatan polarisasi menjadi dua jenis Photon. Satu jenis mencerminkan angka nol dan yang lainnya angka satu. Bila pada saat transfer data, terjadi gangguan berupa penyadapan, maka sifat Photon membawa kode kuantum akan berubah. Misalnya saja polarisasinya menjadi tidak sesuai lagi dengan kode awal.
Proyek kode sandi kuantum untuk industri, dilaksanakan oleh lima kelompok peneliti Eropa. Proyek selama tiga tahun yang dimulai tanggal 1 Nopember 1998 dibiayai oleh kementrian pendidikan Swiss dan Uni Eropa. Pasar untuk kode sandi kuantum itu amat potensial. Misalnya saja dengan semakin maraknya bisnis online, atau online banking. Selain itu kalangan militer dan dinas rahasiapun juga amat tertarik pada teknologi baru tersebut.
Para peneliti di Swiss sudah berhasil mengirimkan berkas data yang dikemas dalam sandi kuantum sejauh lebih dari 20 kilometer, melalui kabel serat gelas. Namun lewat dari jarak 20 kilometer, pulsanya melemah. Inilah salah satu kelemahan transfer data kuantum yang hendak diatasi oleh para peneliti. Sebab bila sinyal transfernya diperkuat, akan terjadi hal yang sama seperti bila datanya disadap. Selama masalah ini belum terpecahkan, maka aplikasinya dalam dunia industri dan bisnis tidak akan terwujud.
Sedangkan para ahli di laboratorium Los Alamos di AS, dilaporkan sudah berhasil mengirimkan kode sandi kuantum itu sejauh 1 kilometer, melalui udara dingin pada malam hari di kawasan gurun New Mexico. Caranya kode sandi kuantum itu dikirimkan menggunakan laser yang pulsanya beberapa Nanodetik. Dalam setiap denyutan laser, dikirimkan 1 Photon. Dengan cara itu dalam setiap detiknya dapat dikirimkan kode sebesar 50 Bit.
Dalam percobaan itu juga hendak diteliti hambat turbulensi udara dalam pengiriman kode kuantum. Setelah sukses dengan percobaan di malam hari memanfaatkan udara dingin di gurun, kini hendak dicoba pengiriman sandi kuantum di siang hari. Selain itu jara pengirimannya juga hendak diperpanjang. Jika transfer data bisa bertahan dari turbulensi udara pada siang hari, sasaran berikutnya adalah mengirimkannya sejauh 300 kilometer.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetes kehandalan transfer data yang dikemas dalam kode kuantum. Bila di bawah atmosfir berbagai kendala berhasil diatasi, maka akan terbuka jalan bagi pengiriman data lewat satelit. Caranya tidak lagi mengirimkan data melalui kabel fiber optik, akan tetapi menggunakan satelit. Seperti diketahui, turbulensi udara di atas permukaan bumi jauh lebih kecil dari pada di dekat permukaan.
Dengan memanfaatkan satelit, artinya transfer data dapat dilakukan dari dan ke seluruh pelosok dunia. Walaupun untuk sampai ke tahapan itu masih cukup jauh, para peneliti saat ini menyatakan cukup optimis. Bila teknologinya sudah cukup matang, maka perdagangan online atau transaksi bank secara online, dapat dilakukan dengan lebih aman ketimbang saat ini.
Kolaborasi Raksasa. Sementara itu, lebih dari 500 perusahaan, termasuk IBM, telah menggabungkan kekuatan FBI para "perusuh" dunia maya. Gabungan sistem kekuatan yang disebut InfraGard itu memungkinkan FBI dan perusahaan - perusahaan tersebut memperingatkan satu sama lain, serta berbagai informasi mengenai serangan yang dilakukan penyusup.
"Pembangunan jembatan antara penegak hukum, masyarakat, dan perusahaan adalah salah satu hal penting untuk melindungi diri kita dari ancaman hacker", kata Jaksa Agung Amerika Serikat, Janet Reno di Washington, Jumat (05/01). Program InfraGard, yang dijalankan di seluruh 56 kantor FBI, menyediakan situs yang aman untuk berkomunikasi tentang aktivitas mencurigakan maupun dugaan adanya penyusup. Langkah ini diharapkan mampu mendorong perusahaan - perusahaan untuk menggunakan sistem InfraGard dalam rangka memperingatkan FBI terhadap penyusup, baik secara anonim maupun dengan informasi lengkap. Kita liat aja....
(K201)