Libatkan Pemain selain Penyelenggara E-com
Bisnis ecommerce tidak bisa dilepaskan dari jasa pelayanan perusahaan - perusahaan ekspedisi pengiriman surat - surat atau paket, seperti SPA, UPS dan Federal Express dan sebagainya. Karena memang kedua badan yang sangat erat kaitannya dengan dunia ecommerce ini memiliki andil besar dalam keamanan barang - barang yang dipesan dan memiliki tanggung jawab moral dari para pemilik kartu kredit yang sering menjadi korban penyadapan.
Jelas mereka harus lebih hati - hati dan memeriksa dengan seksama yang menerima barang maupun yang produknya dibeli. Jika hal itu berhasil dilakukan dan membawa hasil yang maksimal pastilah akan terjadi booming yang akan menjadikan dunia ecommerce semakin marak dengan banyak pemain. Mendorong standarisasi ecommerce kemudahan akses secara global, yang langsung secara tepat menohok jantung semua pihak melalui Internet, tak pelak, membuat ecommerce juga semakin marak. Namun, untuk semua itu harus ada sebuah standarisasi yang membuat hubungan antar kalangan yang terlibat dalam bisnis ini semakin terbukti kompatibilitasnya. Ibaratnya, mereka menggunakan bahasa percakapan yang sama untuk memudahkan proses menjalin hubungan bisnis melalui Internet ini. Saat ini cukup banyak perusahaan perangkat keras komputer, software, disribusi dan layanan pembayaran secara elektronik yang sedang membangun sebuah organisasi baru dengan ambisi besarnya untuk segera melahirkan standard bagi ecommerce yang berlaku global. Salah satunya yang disebut dengan 'RosettaNet', yang merupakan upaya - upaya yang dinyatakan sebgai usaha mempromosikan sebuah standarisasi bagi transaksi dan kandungan - kandungan secara elektronis, yang dimaksudkan untuk memberikan masukan manajemen jaringan, sebuah istilah yang merujuk terhadap keinginan untuk menghubungkan pihak - pihak pemanufaktur dan pihak pemasoknya secara elektronis guna meningkatkan efisiensi. Fran Foster, manajer dari Software Publishers Association seksi Internet menyebutkan, bahwa misi utama dari upaya tersebut bukan bermaksud untuk menghilangkan aspek - aspek persaingan yang lebih bermutu atau menghentikan proses inovatif di antara para pelakunya, namun berada pada tingkat saling bersetuju untuk menghadirkan unsur - unsur yang bisa menjadi baku bagi pengembangan software mereka lebih lanjut. Upaya - upaya tersebut, yang menggunakan label 'bahasa umum bagi bisnis di jalur elektronis' atau dalam bahasa kerennya adalah sebuah 'lingua franca bagi e-business'. Hal tersebut dimaksudkan untuk melibatkan para pemain - pemain kunci yang bertebaran di segenap penjuru dunia dalam bidang teknologi informasi. Salah satu peserta pada proyek RosettaNet pada pertemuan pertamanya disebut - sebut pihak - pihak pemain besar, seperti Microsoft, Cisco Systems, Hewlett Packard, Ingram Micro, SPA, UPS, dan Federal Express. Ada juga lembaga - lembaga milik pemerintah, seperti NIST (National Institute of Standards and Technology), yaitu sebuah lembaga standarisasi di AS, yang bertindak selaku peninjau. Mantan eksekutif Ingram, Fadi Chehad, yang saat ini menjadi direktur eksekutif RosettaNet, telah menyampaikan pidatonya pada pertemuan konfrensi SPA yang diadakan pada musim semi lalu di San Jose, California, untuk memberikan pernyataan tentang problem - problem yang dihadapi dalam penyelenggaraan proyek RosettaNet tersebut. Chehad masih menolak untuk membicarakan prihal institusi baru yang akan mengembangkan proyek RosettaNet tersebut, berdasarkan petunjuk dari perusahaan yang akan menjadi corong 'public relation' organisasi tersebut, Edelman. Berdasarkan sejumlah sumber yang dekat dengan organisasi tersebut, disebut - sebut soal rencana - rencana yang merupakan upaya global akan bekerja menerobos berbagai standard - standard yang sudah ada selama ini seperti OBI atau Open Buying on the Internet. Sumber tersebut juga mengisyaratkan, bahwa ada kemungkinan sejumlah standard terpaksa akan berhenti dikembangkan, seperti OBI dan SET, dan trend menunjukkan bahwa CommerceNet akan berkembang ke arah yang lain, yang lebih mirip sebagai sebuah institusi kamar dagang. SET adalah protokol Secure Electronics Transaction untuk menjamin berbagai transaksi pembelian dengan kartu kredit melalui jaringan Internet, yang saat ini disorongkan oleh pihak - pihak Visa dan Mastercard, sebagai kalangan bisnis kartu kredit terbesar dunia itu.
(bLaCkApRiL 138)