Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Maling on the Net

$$$ Maju terus pantang mundur !!!!  Viva Viva Indonesian Carder $$$

Carding !!  Mungkin Anda tidak asing lagi dengan istilah ini. Yakni, istilah yang menunjukkan aktifitas pencurian uang untuk shopping di internet yang menggunakan kartu kredit orang lain dengan cara membobol situs - situs e-commerce. Sedangkan carder adalah istilah yang menunjukkan orang yang melakukan aktifitas carding. Ada dua cara operasi yang dilakukan oleh seorang carder, yaitu dengan berbelanja langsung di situs - situs e-commerce atau mengikuti lelang lalu melakukan transaksi dengan mail order (transaksi melalui e-mail).

Carding adalah ladang basah bagi siapa saja yang melirik aktifitas ini. Sebab, segala aksinya, seorang carder bisa memperoleh berbagai barang secara gratis, paling - paling hanya membayar bea cukai. Banyak barang yang bisa didapat melalui kegiatan ini, diantaranya adalah perangkat keras komputer (hardware), software komputer, pakaian, CD, Tape Recorder, bahkan laptop dan sebagainya. Sebagian barang tersebut ada yang dipakai sendiri, dan ada pula yang dijual. Dari hasil penjualan itu, seorang carder bisa menghasilkan uang yang lumayan banyak terutama bagi ukuran pelajar atau mahasiswa, bahkan mereka dapat menggunakan uangnya untuk membayar biaya sekolah dan keperluan lain. Tidak jarang dari mereka yang kemudian menjadikan aktifitas ini sebagai profesi (mata pencaharian).

Dengan hasil yang sangat menggiurkan itu, selalu menimbulkan dorongan orang untuk melakukan dan mengasah kemampuan agar menjadi carder profesional. Bayangkan saja seorang carder bisa memperoleh barang - barang yang tidak dijual di Indonesia, bahkan bisa menggunakan barang - barang elektronik seperti tape recorder, mini disc, dan lainnya yang tidak dipasarkan di Indonesia. Mula - mula carder muda melakukan hanya ingin tahu dan sekedar mencoba, namun karena begitu amannya maling melalui cara ini dan yang di dapat dari sekedar mencoba itu tidak dapat dibilang sedikit. Maka, cara ini merangsang carder muda untuk lebih serius dan terus memperdalam ilmu carding-nya.

Untuk meningkatkan keahliannya di bidang ini, tidak jarang seorang carder belajar mendalami dunia Cracker. Ada juga seorang hacker atau cracker yang sebelumnya tidak mengenal sama sekali dunia carding, kemudian tertarik dengan aktivitas carding karena terpengaruh komunikasi dalam dunia maya tersebut. Dengan kemampuannya sebagai hacker atau cracker, menjadi carder tentu semakin mudah. Namun karena memiliki kemampuan lebih di bidang pembobolan itu, seorang hacker atau cracker memanfaatkan info kartu kredit hasil aksi crack-nya itu untuk dijual-belikan kepada carder, atau sistem paroan hasil. Dengan menjual info ini, seorang hacker atau cracker bisa memperoleh uang jutaan dalam beberapa hari.

Ada satu hal yang menarik, seorang carder rata - rata memiliki rasa Nasionalisme yang cukup tinggi. Mereka kalau boleh dibilang "tidak ada" yang mencurangi orang Indonesia sendiri, baik kartu kreditnya maupun tokonya. Carder hanya menggunakan kartu kredit milik orang Amerika. Orang AS selama ini telah banyak merugikan bangsa kita, dengan carding inilah yang dapat kita lakukan untuk membalasnya. Dan rupiah dibuat amburadul oleh arogansi Amerika, makanya, melalui dunia cyber, dolar kita buat amburadul !!

Secara umum, aktifitas carding bila dilihat dari sudut pandang ekonomi telah banyak membantu negara. Dengan carding, justru bangsa kita diuntungkan, untuk setiap barang yang masuk, carder harus membayar pajak masuk kepada negara, memang secara keuangan bangsa kita tidak dirugikan, bahkan dapat dikatakan untung. Namun nama baik negara kita yang tercoreng, Indonesia adalah negara yang aktifitas cyber crime-nya termasuk 3 besar di dunia. Lebih - lebih lanjutnya, saat ini Indonesia sudah cukup kesusahan dengan segala citra buruk yang dimiliki di mata internasional. Oleh sebab itulah, aktifitas ini adalah cara yang salah untuk mengungkapkan rasa Nasionalisme.

Untuk memperlancar aksinya, banyak carder yang bekerja sama dengan oknum - oknum Bea Cukai, tentu melalui kesepakatan - kesepakatan bersyarat yang juga menguntungkan pihak Bea Cukai. Seorang carder bisa mengirim barang ke alamat - alamat fiktif dengan nama fiktif, kemudian alamat itu didaftar ke oknum Bea Cukai. Apabila barang dengan alamat tersebut datang, tanpa melalui pemeriksaan Bea Cukai, barang - barang yang datang juga bisa dijamin aman dari pengawasan polisi, karena data alamat penerima tidak tercatat. Sekedar informasi, di Indonesia propinsi terbesar yang melakukan kegiatan carding ini adalah Yogyakarta (menempati posisi black list). Maka bagi carder yang tinggal di Yogyakarta, jika ingin berbelanja, jangan beralamatkan ke Yogya. Sebab sudah dipastikan barang itu tidak datang, kecuali kita punya koneksi di petugas bea cukai. Sekedar pengetahuan mungkin penting bagi pembaca untuk membaca komentar - komentar para carder terhadap polisi di situs http://www.polri.go.id/kontak/ Mereka mengomentari kinerja polisi dengan berbagai polah yang unik. Diantara komentar yang kami ambil dari situs itu adalah :

   Carder's Talk

   From: Carder's Community

   Rmote Name: 202.160.255.67

   Comments

   Thanks God for blessing human being with an internet, but most of all thanks Bank for all that gorgeous Credit Cards which we used to booming all the fuckin american shop online, Viva Indonesia !!

 

    Tertangkap, Mahasiswa Pembobol Master Card

   From: Carder Community

   Remote Name: 202.158.59.233

   Comments

   Suara Merdeka CyberNews. Tim Reserse Polda Jateng berhasil menangkap seorang pembobol kartu kredit, Master Card. Tersangka melakukan aksinya lewat internet itu, ternyata seorang mahasiswa UNIKA, Soegijapranata semester V. Kaditserse Polda Jateng Sr. Supt. Drs. A. Rochjana mengatakan, meski kasus kecil, penangkapan tersebut sangat berarti. Karena, untuk menunjukkan bahwa kepolisian Indonesia tak akan membiarkan tindak kriminal sekecil apapun. "Ini akan memperbaiki citra Polri di mata Internasional", katanya. (WAA/CN06)

APAKAH HAL INI DAPAT MENUTUPI KETIDAK BECUSAN KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA DALAM MENAHAN TOMMY SOEHARTO ??? VIVA INDONESIAN CARDER !!!