Pembayaran E-Commerce Lewat Internet
Kaget sekaligus bangga rasanya ketika membaca sebuah media ekonomi terbitan ibukota yang juga online di Internet, tentang sebuah situs e-commerce dengan nama unik (www.ojolali.com), mampu menggaet 30 produsen agar memanfaatkan Ojolali.com itu demi merengkuh pasar luar negeri, padahal situs itu sendiri juga belum lama di luncurkan.
Bahkan situs belanja online Ojolali.com juga berencanan untuk menggandeng importir demi meningkatkan layanan situs tersebut, yang saat ini baru menangani 100 item produk. Tentu saja tanpa adanya mekanisme pembayaran yang jelas saat transaksi via Internet, maka juga akan membuat ragu para pelaku bisnis itu sendiri, terutama bagi mereka yang ingin melakukan bisnis namun belum banyak tahu tentang cara - cara pembayarannya.
Onno W. Purbo yang dikenal sebagai pakar sekaligus pemerhati masalah - masalah Internet dan e-commerce, menyarankan agar para peminat e-commerce juga memperbanyak referensi, dan diantara referensi yang sangat dianjurkan oleh Onno adalah buku - buku seperti yang ditulis oleh Roy Davis tentang Money--Past, Present, and Future dari http://www.ex.ac.uk/~RDavies/arian/money.html
Tulisan dari Institute of Finance and Banking di University of G^ttingen berjudul Money and Payment Systems page di http://www.wiso.gwdg.de/ifbg/geld.html. Tulisan tentang payment mechanisms designed for the internet yang dipublikasikan oleh Network Payment Mechanisms and Digital Cash page bisa diperoleh di http://ganges.cs.tcd.ie/mepeirce/Project/oninternet.html. http://www.transaction.net/
Atau alternatif lain yang dapat digunakan adalah menggunakan search engine di Internet seperti Yahoo!, Infoseek dan lainnya, dengan menggunakan keyword seperti whitepaper, e-monye, cash, e-commerce. Sebagian dari artikel ini merupakan terjemahan bebas dari http://www.transaction.net/. Onno juga menjelaskan beberapa mekanisme pembayaran e-commerce lewat Internet, dan tentunya hal itu juga mempunyai manfaat yang besar sebagai tambahan referensi.
Bentuk/cara pembayaran yang digunakan di Internet umumnya, menurut Onno memang bertumpu pada sistem keuangan nasional, tapi ada juga beberapa yang mengacu kepada keuangan lokal/masyarakat. Adapun klasifikasi berbagai mekanisme pembayaran tersebut dapat kita bagi dalam lima (5) mekanisme utama, seperti :
- Transaksi model ATM, yang hanya menyangkut institusi finansial dan pemegang aacount yang
akan melakukan pengambilan atau mendeposit uangnya dari account masing - masing.
- Pembayaran dua pihak tanpa perantara, transaksi dilakukan langsung antara dua pihak tanpa
perantara menggunakan uang nasional-nya.
- Pembayaran dengan perantaraan pihak yang ke tiga, umumnya proses pembayaran yang
menyangkut debit, kredit maupun check masuk dalam kategori ini.
- Micropayment, dalam bahasa sederhananya adalah pembayaran untuk uang recehan yang kecil -
kecil. Mekanisme Micropayment ini sangat penting dikembangkan karena sangat diperlukan
pembayaran receh yang kecil tanpa overhead transaksi yang tinggi.
- Anonymous digital cash, uang elektronik yang dienkripsi, di dahului oleh David Chaum dengan
Digicash-nya ( http://www.digicash.com ). Uang elektronik menjamin privacy dari user cash tetap
terjamin sama seperti uang kertas maupun coin yang kita kenal.
Dari penjelasan tersebut, tentu akan semakin diketahui betapa pembayaran e-commerce lewat Internet sebenarnya juga tidak terlalu rumit, dan cukup banyak pilihan untuk membantu kelancaran berbisnis lewat Internet.
(bLaCkApRiL)