Windows NT Target Praktek Hacking
Survey yang diselenggarakan situs web security, Attrition.org, membuktikan Windows NT sebagai platform server yang paling lemah menghadapi serangan hacker. Hampir 58 persen kasus hacking bulan Desember banyak menimpa pada server berbasis NT.
Salah satu diantaranya adalah kasus hacking yang menimpa NASA, Communication Worker of America dan Palminfocenter.com. Menurut Attrition.org, 57,98 persen laporan kasus hacking di bulan Desember datang dari server yang berjalan di atas NT. Sementara, penerobosan pada server berbasis Windows 2000 ditemukan sebesar 9,96 persen dan pada Linux 21,3 persen. Platform Solaris tampak relatif lebih jarang diserbu, dengan laporan kasus yang hanya mencapai 4,1 persen selama bulan Desember tahun 2000.
"Saya pikir software Microsoft ini jadi targe karena Microsoft begitu kuat dan populer, sehingga siapapun yang berhasil membobolnya akan dapat perhatian besar dari kalangan pers", kata Dan Kusnetzky, analis sofware IDC.
Hal lainnya yang bisa dijadikan alasan adalah soal kemudahan NT untuk digunakan dan dideploy. "Ya, ada semacam harga yang harus dibayar kalau aplikasi dibuat demikian mudah, kadang - kadang Anda akan menghadapi problem soal keamanan", imbuh Kusnetzky.
Hasil tersebut sekaligus juga membuktikan bahwa software Microsoft tersebut merupakan platform yang paling banyak digunakan. IDC mengemukakan bahwa NT menguasai sekitar 38 persen market share software khusus server di tahun 1999. Linux meraih 24 persen market share, Netware 19 persen, sedangkan UNIX sekitar 15 persen. Sementara komposisi market share software khusus server untuk tahun 2000 belum dikeluarkan oleh IDC.
Namun begitu, berbagai pihak sepakat bahwa metode yang digunakan Attrition dalam survey ini masih perlu diteliti lagi, sebelum akhirnya jatuh pada konklusi. "Ini mengajarkan pada kita bahwa semua ssitem sebenarnya memiliki masalah keamanan. Untuk itulah kita harus berpikir keras untuk memperbaikinya", tanggap Matt Bishop, Profesor Ilmu Komputer Universitas California.
(K200)